Memperkaya Ragam Pengetahuan Budaya Jawa dengan Berkunjung ke Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo, menjadi salah satu museum paling lengkap di Indonesia setelah museum Nasional yang berlokasi di Jakarta. Di dalamnya terdappat koleksi kebudayaan dan juga seni. Pada awalnya, museum ini merupakan yayasan yang bergerak dalam pelestarian budaya Madura, Jawa, Lombok dan juga Bali. Namnya Java Institur yang telah berdiri pada tahun 1919 di kota Surakarta. Pada tahun berikutnya yakni tahun 1924 berhasillah didirikan museum Yogyakarta yang kemudian diberi nama Sonobudoyo. Pada awalnya, terdapat koleksi mencapai puluhan ribu artefak yang mempunyai nilai sejarah tinggi di museum ini. Jika ditelisik dari posisi kota Jogjakarta, museum ini ada di bagian utara kota. Tanggal dibangunnya museum ini ialah 29 Juni 1985. Pada saat itu, dilakukan upacara tradisional yang ditandai dengan penanaman kepala kerbau serta peletakan batu pertama oleh Sri Paduka Paku Alam VIII dan juga Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ada beberapa faktor penting dalam perhitungan pembangunan museum ini, salah satunya adalah titik pusat bangunan.

Museum Sonobudoyo ialah museum yang sifatnya umum. Terdapat sekitar 10 jenis koleksi museum yang masuk dalam kategori Etnografi, Filologika, Arkeologi, Numismatika dan Historika, Teknologi, Geologi, Seni Rupa, Biologi, Keramologi. Salah satu senjara yang dimiliki oleh museum Sonobudoyo adalah keris. Tercatat sekitar 1200 buah keris yang telah menjadi koleksi museum ini. Asalnya pun sangat beragam dari berbagai penjuru Nusantara. Keris-keris yang ada di di museum ini punya bentuk dan tipe yang sangat beragam. Misalnya saja keris Jawa  yang berbentuk keris lurus, keris 7, keris 11, dan keris 13. Selain itu, masih tersedia jenis keris yang punya pamor berbeda.

Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo

Akses Menuju Museum Sonobudoyo

Adapun akses menuju museum Sonobudoyo ini bisa dikatakan cukup mudah karena letaknya berada di tengah kota. Dari berbagai arah bisa diakses dengan baik. Semua alat transportasi bisa menjangkau lokasi ini. Kamu bisa memilih berbagai jenis kendaraan mulai dari kendaraan pribadi, bus kota, taxi, becak, andong, sepeda dan bus trans Jogja. Kamu juga bisa  mencapai tempat ini dengan berjalan kaki bila dari kawasan Malioboro. Lokasi Museum Sonobudoyo sendiri masih terbagi lagi menjadi 2 unit.  Pertama ada di Jalan.Trikora no.6 Yogyakarta dan unit dua ada di Ndalem Condrokiranan Wijilan Yogyakarta.

HargaTiket Masuk Museum Sonobudoyo

Adapun harga tiket masuk musem ini dibagi berdasarkan kelompok umur. Untuk dewasa, dikenakan tarif tiga ribu rupiah per orang, anak-anak dikenakan tarif dua ribu lima ratus rupiah, untuk rombingan dewasa dikenakan tarif dua ribu lima ratus rupiah dan anak-anak dua ribu rupiah. Wisatawan asing dikenakan tarif lima ribu rupiah dan untuk menonton pagelaran wayang orang dikenakan tarif senilai dua puluh ribu rupiah.  Jika dilihat, tarifnya memang cukup terjangkau dan sangat cocok untuk wisata rombongan.

Aktifitas di Museum Sonobudoyo

Beragam aktivitas menarik telah menanti kamu di dalam museum. Adanya koleksi benda-benda peninggalan dari masa prasejarah hingga masa islam di Indonesia. Barang-barang koleksi yang dimaksud ialah seperti teracota, kubur batu, kapak batu,  wayang, topeng, kain batik dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa menemukan koleksi unggulan yang berupa topeng emas Puspa Sarira yang bahan pembuatannya adalah emas.

Demikianlah  informasi mengenai destinasi Monumen Sonobudoyo, mulai dari akses menuju lokasi, harga tiket masuk hingga aktivitas yang bisa dilakukan disana. Jika tertarik, maka sudah saatnya kamu mempersiapkan diri. Jangan lupa mengajak sanak keluarga agar mereka turut mendapatkan pengetahuan mengenai kebudayaan Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *